Important!! Mental Health for Gen Z
Mental. Kesehatan mental. Sekarang gini emang zaman ngomongin kesehatan mental?
Ada istilah yang datang dari Barat sana. Bunyinya, “Live while we’re young!” atau dapat diartikan dalah bahasa Indonesia “nikmatilah hidup selagi kamu muda!”. Mnuju pada istilah itu, berarti anak-anak muda diasumsikan sebagai kelompok manusia yang bisa banyak bersantai dan bersenang-senang ketimbang para orang dewasa. Usia muda adalah masa dimana seseorang mencari jati diri dengan melakukan banyak hal atas kehendaknya. Maka itu, ketika masih muda, atau dengan kata lain ketika masalah hidup masih sedikit, hidup harus dinikmati sebanyak-banyaknya.
Tetapi apakah anak anak muda yang sedang masa masanya golden age ini semuanya baik bak saja? jika dilihat dari covernya saja mungkin iya. Tetapi apa kalian tahu bagaimana keadaan mental di dalam dirinya?
Terutama kepada generasiku yaitu generasi Z. Bukan hanya Gen Z hal ini juga berlaku kepada para pemuda di generasi millenial. Gen Z lahir di kala internet dan media sosial sudah menjadi bagian keseharian kita dan dari kecil mereka terbiasa memegang gadget serta menerima arus informasi terus-menerus dari media sosial dan internet. Sehingga mereka sangat mudah terpengaruh atas apa apa yang ada di sosial media. Ada kemungkinan juga bahwa Gen Z lebi Realistin sementara gen Millenial lebih idealis, am i wrong?
Kembali membahas tentang mental. Dikutip dari salah satu artikel di internet, faktor yang memungkinkan rusaknya mental adalah Faktor genetik atau terdapat riwayat pengidap gangguan mental dalam keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya. Kekerasan pada anak atau riwayat kekerasan pada masa kanak-kanak. Memiliki kelainan senyawa kimia otak atau gangguan pada otak. Saya setuju dengan kutipa tersebut, keluarga adalah pendamping seseorang yang paling dekat dan paling sering bersama, jika keluarganya saja tidak harmonis, bertengkar terus menerus, itu sangat berpengaruh besar terhadap emosi dan jiwa raga kita sebagai seorang manusia.
Setelah belajar banyak selama 18 tahun ini saya tetapkan pada diri saya, jika nanti saya menikah dan mempunyai anak, saya akan sangat menjaga kesehatan mentalnya nomor 1. Karena saya sangat sadar bahwa itu sangat lah penting! sangat penting! apa lagi kita tidak tahu bagaimana dunia ini kedepannya.
Jika kesehatan mental seseorang baik maka segalanya akan lancar, pendidikan bagus, pertemanan juga tentunya, tidak ada overthingking setiap malam, self injury, merasa kesepian ataupun berujung depresi dan mendatangkan penyakit mental lainnya seperti Bipolar, Anxiety dan lainnya.
Tentu saja ada faktor lain yang dapat mempengaruhi kesehatan mental kita, yaitu Trauma. Bisa trauma di masa lalu misalnya trauma pengobatan, trauma duka cita, trauma kompleks atau PTSD, trauma kesepian, dan juga trauma pelecehan seksual.
Disini saya akan beri contoh pada Trauma Kompleks. Trauma kompleks disebut juga PTSD (Post Traumatik Stres Disorder) yaitu kondisi dimana mental mengalami kecemasan berlebihan akibat pengalaman di masa lalu. Kejadian traumatik dimasa lalu bisa meliputi semua kejadian tidak menyenangkan dan umumnya sangat berat. Pada orang yan glanjut usia PTSD bisa diakibatkan ketakutan akan peristiwa seperti perang, kecelakaan, atau insiden yang menyangkut tentang nyawa. Trauma ini pun mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia kedepannya, karena berpengaruh pada respon keadaan atau situasi lainnya.
Mengapa... based true story, aku punya masalah dengan sesuatu di masa lalu dan sampai sekarang aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri ketika mengingat kejadian itu. Rasa itu sangat mengganggu dan bahkan kadang kala aku ingin mengakhiri semuanya dengan menyerah kepada dunia yang seakan akan menginjakku.
Sampai saat ini aku sedang mencari tahu bagaimana caranya berdamai dengan masa lalu. Karena ini sangat menyiksa, semua hal menjadi terganggu, mulai dari pendidikan dan juga pertemanan seperti yang aku bilang di awal tadi.
Sekarang sudah tahukan segimana pentingnya kesehatan mental di hidup kita?
ITU TUH PENTING BANGET HEY! PERIODT.
Jangan pernah remehin tentang mental health siapapun, keluarga, sahabat, teman, kedua orang tuamu sekalipun. Karena kita semua punya otak untuk mengigat memori baik maupun buruk dan juga punya hati untuk merasakan sebuah perasaan.
Aku gak bisa kasih kata kata apa apa lagi karena aku juga belum punya jalan keluar untuk masalah mental ini. Aku masih awam soal psikologis dan juga masih harus belajar banyak, Terakhir, percaya pada diri kamu sendiri, karena tidak ada yang bisa menolong mu jika kamu sedang susah kecuali diri kamu sendiri dan ya tentu juga Tuhan pastinya.
Tapi tolong banget yakinin diri kamu! kamu bisa, kamu kuat, kamu layak buat hidup, ini bukan akhir dari segalanya. Semuanya akan baik baik aja.. let it flow okay..?
Kalau ada apa apa jangan di pendem, cerita! kalau nggak bisa karena terlalu secret, tulis di tempat kamu biasa menyimpan rahasia dan pastikan tempat itu aman. Dan juga, jangan lupa bahagia, kebahagiaan kamu nomor 1, mulai dari liat idola kesukaan, nge go-food makanan kesukaan, me-time atau apapun itu yang buat kamu bahagia!
Ayo buat generasi Z bersih dari penyakit mental!
#loveyourself
( cr : pinterest )
LIVE YOUR LIFE OK?




Comments
Post a Comment